Aksi Australia Melakukan Penyadapan Telepon Presiden SBY

Pemerintah Australia secara terbukti telah melakukan aksi penyadapan telefon milik sejumlah pejabat Indonesia, termasuk menyadap telefon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Lalu tehnik apa yang telah digunakan oleh pihak Australia sehingga aksi penyadapan Australia ini mampu mencuri dengar telefon para pejabat penting di Indonesia.

Tantowi Yahya selaku Anggota Komisi I DPR dari partai Golkar menilai jika fasilitas penyadapan pihak Pemerintah Australia dapat lolos ke Indonesia bersamaan dengan bantuan beberapa fasilitas komunikasi yang didatangkan dari negara Australia ke Indonesia beberapa tahun yang lalu.

“Pada tahun 2001 silam, Pihak Polri dan Densus 88 memperoleh bantuan dari Australia berupa beberapa alat intersepsi (penyadapan). Kita patut menduga masuknya penyadapan Australia diperoleh dari sejumlah peralatan yang diterima oleh pihak kepolisian itu,” ungkap Tantowi yang di temui di Gedung DPR, kemarin.

Selanjutnya Tantowi, mengungkapkan beberapa peralatan tersebut kemungkinan besar sudah menggunakan teknologi yang dapat terkoneksi dengan sistem pengamanan di Australia. “Kita patut menduga jika salah satu sumber kebocoran bersumber dari situ,” ungkapnya.

Tantowi menambahkan Fraksi Golkar akan mengambil langkah tegas untuk menyikapi persoalan terkait dengan aksi penyadapan Australia tersebut. “Maka saya beserta kelompok Golkar berharap agar pihak kepolisian, khususnya Densus 88, untuk memutuskan penggunaan dari alat intersepsi tersebut,” ungkap Tantowi.

Bahkan menurut Tantowi, pemerintah Indonesia wajib menarik Duta Besar RI di Australia. Hal tersebut merupakan tindakan yang cukup tegas. Karena pihak pemerintah Australia juga belum meminta maaf atas kabar penyadapan yang telah dilakukannya.

“Sikap tegas tersebut sudah jelas, kita mencabut Kedubes Indonesia di Australia. Kita mengharapkan bahwa pencabutan itu tidak hanya sekadar untuk berkonsultasi, namun pencabutan secara permanen hingga ada klarifikasi serta permohonan maaf dari pihak Australia,” ungkapnya.

Tantowi kembali menegaskan jika selama ini Pemerintah Australia kerap menunjukkan sikap yang kurang bersahabat terhadap Indonesia. “Terlebih secara tiba tiba ada statement dari otoritas tertinggi Australia yang sangat tidak bersahabat.

Sikap pemerintah Australia serta aksi penyadapan Australia menurutnya dapat mengganggu nilai- rasa percaya Indonesia terhadap Australia.

Advertisements